![]() |
| From left: Jerry, Ronny, Trevor, Jimmy and Jason. |
Total Pageviews
Translate
Monday, February 23, 2026
The Stand-up Comedy
Thursday, February 19, 2026
NotebookLM
One year into my journey with AI, I developed a new habit: I started listening to the audio overviews and I liked checking out how AI summarized the whole story as a one-page infographic. We'll get into that, but first, let's have a quick recap to see how I got here.
As mentioned before, sometime in October 2025, I tried out NotebookLM after hearing about it repeatedly from my CEO. That was also around the same time I got my Pixel 10 Pro. One of the perks of getting the flagship phone was the sudden upgrade of my Google One membership. It became Google AI Pro, and it was free for one year.
This meant a higher generation usage limit in NotebookLM. It also meant a more frequent use of NotebookLM features. And if you ever found the explanation above got your head spinning, don't let it deter you from trying. NotebookLM was as simple as uploading and clicking the feature you liked to generate the output!
It was interesting to note that the NotebookLM app seemed to be more restrictive and offered fewer features. The web version, on the other hand, was more intuitive. I tested Mindmap, Reports, Flashcards, Slide Deck, and Data Table, but eventually decided that Infographic as well as Audio and Video Overview were more relevant to my blogging activities.
Video Overview was simply used because it created visual images that were good for Roadblog101's YouTube channel. But it was Audio Overview that I fell in love with. It could go deep dive into the sources I uploaded and brilliantly presented the outcome in the form of two people discussing what I wrote.
It was fun to hear them discussing my trips, but the real highlight was listening to how they dissected the more serious topics, especially on the blog posts that were rather obscure, such as Nowhere Man, Macroeconomics, etc. The retelling was like an expert opinion about my ideas. It was funny at times, it was often eloquent, and it was also a great reminder of things I had forgotten.
On top of that, since I could add many sources to one notebook, I was able to hear the full story for the first time. Some blog posts were originally split into multiple parts, and others were written years later — intentionally or not — much like the Laos story. That one was made up of two stories that happened 15 years apart, so it was nice to hear them combined and retold as one.
It was the same for the infographic. The most exciting part was the fact that I didn't know how it would turn out, and I enjoyed how the result surprised me. If there was a mistake, I could fine-tune it with the LLM prompts. The results were often colorful and surreal. Loving it!
There are about 574 blog posts on Roadblog101, including this one, so I reckon the NotebookLM activity may last for a while. But like I said earlier, one year into my journey with AI, it widened not only my horizons, but it also introduced me to something I didn't think existed before. My point is, since AI is here to stay, the question now is how we get used to it. My advice? Embrace it and let it surprise you. Start now!
PS: When I traveled, I switched to an eSIM from Simply by Echo Networks. I noticed that NotebookLM couldn't load while I was on this Hong Kong-based eSIM, so I believe not all countries support NotebookLM at this juncture...
NotebookLM
Satu tahun dalam perjalanan saya bersama AI, saya jadi memiliki kebiasaan baru: saya suka mendengarkan ringkasan audio (audio overview) dan melihat bagaimana AI merangkum seluruh cerita menjadi infografis satu halaman. Kita akan membahas hal itu nanti, tapi mari kita ulas sejenak untuk melihat bagaimana saya sampai di titik ini.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, sekitar bulan Oktober 2025, saya mencoba NotebookLM setelah berulang kali mendengarnya dari CEO saya. Uji coba ini juga terjadi di waktu yang hampir bersamaan saat saya membeli Pixel 10 Pro. Salah satu keuntungan dari ponsel flagship tersebut adalah peningkatan mendadak pada keanggotaan Google One saya. Keanggotaan tersebut menjadi Google AI Pro, dan gratis selama satu tahun.
Ini berarti batas penggunaan fitur yang lebih tinggi di NotebookLM. Ini juga berarti saya jadi lebih sering menggunakan penggunaan fitur NotebookLM. Dan jika Anda merasa penjelasan di atas membuat kepala Anda pusing, jangan biarkan hal itu menghalangi Anda untuk mencoba. NotebookLM semudah mengunggah dan menekan fitur yang Anda sukai untuk menghasilkan output-nya!
Menarik untuk dicatat bahwa aplikasi NotebookLM tampaknya lebih terbatas dan menawarkan fitur yang lebih sedikit. Versi web jauh lebih menarik dan intuitif. Saya menguji Mindmap, Laporan, Flashcards, Slide Deck, dan Tabel Data, tetapi akhirnya memutuskan bahwa Infografis serta Audio dan Video Overview lebih relevan dengan aktivitas blogging saya.
Video Overview digunakan hanya karena fitur ini menciptakan citra visual yang bagus untuk saluran YouTube Roadblog101. Namun, Audio Overview-lah yang membuat saya jatuh cinta. Fitur ini dapat mendalami sumber-sumber yang saya unggah dan menyajikan hasilnya dengan brilian dalam bentuk dua orang yang mendiskusikan apa yang saya tulis.
Sangat menyenangkan mendengar mereka mendiskusikan perjalanan saya, tetapi yang lebih menarik lagi adalah mendengarkan bagaimana mereka membedah topik yang lebih serius, terutama pada postingan blog yang jarang saya lihat kembali, seperti Nowhere Man, ekonomi makro, dan lain-lain. Penceritaan ulangnya seperti pendapat ahli tentang ide-ide saya. Terkadang lucu, bagus pemilihan katanya, dan juga menjadi pengingat yang baik tentang hal-hal yang terlupakan oleh saya.
Selain itu, karena saya dapat menambahkan banyak sumber ke dalam satu buku catatan (notebook), saya dapat mendengar cerita lengkapnya untuk pertama kali. Beberapa postingan blog awalnya terbagi menjadi beberapa bagian, dan yang lainnya bisa saja ditulis bertahun-tahun kemudian — sengaja atau tidak — seperti cerita Laos. Cerita itu terdiri dari dua kisah yang terjadi selisih 15 tahun, jadi menyenangkan mendengarnya digabungkan dan diceritakan kembali sebagai satu kesatuan.
Hal yang sama berlaku untuk infografis. Bagian yang paling menarik adalah kenyataan bahwa saya tidak tahu bagaimana hasilnya nanti dan saya menikmati bagaimana hasilnya mengejutkan saya. Jika ada kesalahan, saya bisa menyempurnakannya dengan perintah (prompt) LLM. Hasilnya sering kali memiliki warna semarak dan surealis. Saya menyukainya!
Ada sekitar 574 postingan blog di Roadblog101, termasuk yang ini, jadi saya rasa aktivitas NotebookLM ini mungkin akan berlangsung cukup lama. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, satu tahun dalam perjalanan saya dengan AI, hal itu tidak hanya memperluas wawasan saya, tetapi juga memperkenalkan saya pada sesuatu yang tidak saya duga ada sebelumnya. Intinya adalah, karena AI akan terus ada, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita terbiasa dengannya. Saran saya? Mulailah menggunakan AI dan biarkan kecerdasan buatan ini mengejutkan Anda!
PS: Saat saya bepergian, saya beralih ke eSIM dari Simply oleh Echo Networks. Saya menyadari bahwa NotebookLM tidak dapat dimuat saat saya menggunakan eSIM yang berbasis di Hong Kong ini, jadi sepertinya tidak semua negara mendukung NotebookLM saat ini...
Saturday, November 8, 2025
Roadblog101 On AI
![]() |
| Roadblog101 on Spotify. |
Wednesday, October 15, 2025
The Game Changer
![]() |
| The five that I mentioned above. |
Dan yang terakhir tentu saja adalah AI. Saya sudah pernah mengatakan ini, dan saya akan ulang lagi. Selama bertahun-tahun, kata “google” sudah menjadi sebuah kata kerja. Namun, semua itu langsung terasa usang setelah saya mencoba AI. Rasanya seperti memiliki seseorang yang membaca dan merangkumkan jawaban yang kita butuhkan. Bahkan, AI bisa melakukan lebih dari itu. Kemungkinannya tak terbatas. Mulai sekarang, hidup kita tidak akan pernah sama lagi.
Sunday, September 14, 2025
Day Trip To JB With Bernard
![]() |
| At the first shop. |
![]() |
| At the second shop, Art Home Furniture. |
![]() |
| Visiting Hard Rock. |
![]() |
| Bak Kut Teh. |
Sunday, July 6, 2025
The Doomscrolling
![]() |
| The Crackberry addiction... |
![]() |
| The reels on Facebook. |
![]() |
| The Minimal Phone. |
Saturday, July 5, 2025
All The Money In The World
Sunday, May 25, 2025
The Point Of View
![]() |
| From left: Eday, Surianto, Hendra and Taty. |
Sunday, February 23, 2025
Ocipala
When I had a chat with my friend Eday last Saturday morning, he said something interesting: I am quick in response when it comes to ocipala stuff. I was tickled by that term he used. Not only because that was a right description from someone who knows his friend well, but the term he used was also hilariously funny.
Out of curiosity, I checked it out using AI. Neither Perplexity, Deepseek, ChatGPT, Gemini nor Meta AI could really pinpoint the answer when I asked the following question: in Chinese dialects, either Hakka or Teochew, there is a word that sounds like ocipala and it can roughly be translated as nonsense. what is the actual word in Mandarin?
One thing that they got it right was the fact that it wasn't a word, but an idiom. We used it so often in Pontianak that all this while, I thought it was only one word. Then I investigated further by adding a parameter: the idiom that sounded like ocipala was only used by Hakka and Teochew people from Pontianak.
That's when the AI unanimously agreed that it could be the corrupted version of 胡说八道 that is spoken in Teochew by the Chinese in Pontianak:
胡说 (hú shuō) → could shift to something like "ocip".
八道 (bā dào) → could transform into "ala" or "bala".
Our Teochew is indeed so diluted and heavily influenced by local cultures like Malay that the way we pronounce certain words could have been localized after so many generations!
But back to the ocipala comment, what's that all about? Well, let me emphasize again, I'm not a very bright guy to begin with. On top of that, if I didn't love it, I would almost have zero interest in it. As a result, I'm not exactly known as a think tank or one you would come for financial advices.
![]() |
| Jimmy and friends, posing in front of the flower board or what's left of it. |
However, I like small things that matter. I love creating memories because that's the only thing we left behind. And I revel in things that are both creative and nonsensical. Whenever it's possible, I enjoy making them happen. Case in point, the Japan trip. Or maybe something that is more down to earth, such as the flower boards for Jimmy, haha.
So you see, I don't know much about making money apart from the work I do. But then again, while a lot of things need money, not everything in life is about money. That's the part of life I enjoy the most, one that I apparently am quite good at it, hence the sentence made by Eday: quick in ocipala stuff!
Ocipala
Ketika saya berbincang lewat WhatsApp Sabtu lalu dengan teman saya Eday, dia mengatakan sesuatu yang menarik: respon saya sangat sigap kalau berkaitan dengan sesuatu yang ocipala. Saya tergelitik dengan pernyataannya. Bukan saja karena ini adalah deskripsi yang tepat dari seseorang yang mengenal baik temannya, tapi juga karena istilah konyol yang ia pakai.
Karena penasaran dengan asal-usul ocipala, saya lantas cari tahu lebih lanjut menggunakan AI. Namun Perplexity, Deepseek, ChatGPT, Gemini dan Meta AI pun tak tahu pasti ketika saya melontarkan pertanyaan ini: dalam dialek Tionghoa, entah itu Khek or Tiociu, ada kata yang bunyinya terdengar seperti ocipala dan bisa diterjemahkan sebagai konyol atau omong kosong. Apa kata aslinya dalam Mandarin?
Satu hal yang AI bisa jawab adalah, sepertinya ini bukan satu kata, tapi idiom. Begitu seringnya istilah ini dipakai di Pontianak dari sejak saya masih kecil, sampai-sampai saya memiliki kesan bahwa ocipala itu adalah satu kata. Berdasarkan ide dari AI, saya tambahkan kriteria berikut ini: jadi idiom apa yang dipakai oleh orang Khek dan Tiociu Pontianak dan terdengar seperti ocipala?
Semua AI sepakat bahwa ocipala ini adalah versi korup dari 胡说八道 yang dilafalkan dalam Tiociu oleh orang Tionghoa Pontianak:
胡说 (hú shuō) → berubah menjadi sesuatu yang terdengar seperti "ocip".
八道 (bā dào) → diucapkan seperti "ala" atau "bala".
Kalau dipikirkan lagi, Bahasa Tiociu kita ini memang sudah berevolusi menjauhi versi aslinya dan juga dipengaruhi oleh budaya lokal seperti Bahasa Melayu, sehingga pengucapannya pun berubah setelah melewati banyak generasi.
Kembali ke komentar ocipala, apa sebenarnya yang signifikan? Hmm, saya ini bukan orang pintar. Selain itu, jikalau saya tidak menyukai sesuatu, saya biasanya tidak berminat untuk tahu. Alhasil, saya bukanlah tipe pemikir atau orang yang anda cari untuk nasehat finansial.
![]() |
| Jimmy dan teman-teman berpose di papan bekas papan bunga. |
Akan tetapi saya suka hal-hal kecil yang penting. Saya suka kenangan dan kebersamaan karena itulah satu-satunya hal yang kita tinggalkan. Dan saya menikmati hal-hal yang kreatif dan konyol. Bilamana memungkinkan, saya suka mewujudkannya. Contohnya trip ke Jepang. Atau mungkin sesuatu yang lebih sederhana, misalnya papan bunga untuk Jimmy yang ngambek, haha.
Jadi saya tidak tahu banyak tentang cara menghasilkan uang, kecuali dari pekerjaan yang saya kerjakan di kantor. Namun meski banyak hal yang membutuhkan uang, tidak semua hal dalam hidup ini adalah tentang uang. Ini adalah bagian hidup yang saya sukai dan saya ternyata cukup berprestasi dalam bidang ini, seperti yang terlihat dari kalimat dari Eday: gesit dalam aneka hal ocipala!













