Total Pageviews

Translate

Wednesday, March 18, 2026

When The Fools Listen

I'd been listening a lot lately, thanks to NotebookLM, which converted my blog posts into engaging podcasts. It was interesting to hear my own thoughts presented in a form of discussion. More importantly, it also served as a reminder of what I had written before. The thoughts are still relevant and held dearly by yours truly. 

One of the podcasts talked about listening, based on the source titled Listen to Dispute. It dawned on me that listening is actually a skill. It was easy to lose ourselves in some autopilot response for the sake of being polite or listening just enough to argue back. No, one actually has to humble oneself and focus in order to really listen to what others have to say. 

And it brought me back to the times when I managed to spontaneously do so. It wasn't easy, considering how cheeky I am, but the few times it happened, they got to do with topics I didn't know much about and things I needed to do. I would then act based on what I heard, no further questions asked, and get it done.

Looking back, such behavior occurred as far back as my college registration. Unlike some of my friends who knew what to do with their lives, I simply turned to HM, one of my best friends at that time, and asked what he wanted to study. He said IT, so I tagged along. I mean, he was much smarter than me, therefore it shouldn't be a wrong decision, right? Turned out good for me!

Then there was Eday with his talk about gold coins. I was neither strong nor interested in investment, so if a friend who was primarily an artist already did his homework and shared it with us, I reckon it was no brainer to just listen and follow what he said. It was many years ago, and let's just say that I benefited from paying attention.

Once, during lunch, an acquaintance talked about SRS and T-bills. We ended up talking about this when I told him that I would go and sell a physical gold coin after lunch. Come to think of it, perhaps one didn't hear such a peculiar thing every day, so much so that he ended up talking about how he did his investment. Since I was none the wiser, I listened up and got it done afterwards. Good to have a tax deduction while making a profit at the same time!

Then the latest one was about health. I had been feeling fat, and when my friend Alvin was doing his chiropractic stuff, he told me that my back was starting to feel the strain now. Just earlier that day, my colleague Boon was sharing the steps he had been practicing to reduce weight. And I had been doing the same thing since then. The results look promising so far!

My idol, Ahok, the former governor of Jakarta, once famously said that he didn't have to be smart in everything. He just needed to listen to some of the smartest people in their respective fields debating. Based on that, he could make a pretty good decision. He also put it crudely: "The smart ones teach, the fools listen."

He was right, of course. While we're giving only our best in life, it's also equally important to acknowledge our limitations and listen about things we aren't good at. The ideas don't always have to be original. It just has to work towards our advantage for the betterment of ourselves. And in my case, I apparently listened when a certain advice was doled out by the right person at the right time and place.


Boon and I, when we visited New Delhi, India.



Ketika Yang Bodoh Mendengarkan 

Akhir-akhir ini saya banyak mendengarkan ulasan NotebookLM yang mengubah tulisan blog saya menjadi podcast yang menarik. Rasanya menarik mendengar pemikiran saya sendiri disajikan dalam bentuk diskusi. Yang lebih penting lagi, ini juga menjadi pengingat akan apa yang pernah saya tulis sebelumnya. Pemikiran-pemikiran itu masih relevan dan tetap saya pegang teguh hingga sekarang.

Salah satu podcast tersebut membahas tentang mendengarkan, berdasarkan sumber berjudul Listen to Dispute. Saat itu saya tersadar bahwa mendengarkan sebenarnya adalah sebuah keterampilan. Sangat mudah bagi kita untuk terjebak dalam respons autopilot demi terlihat sopan, atau hanya mendengarkan secukupnya agar bisa membalas argumen. Menarik untuk ditelaah bahwa kita perlu merendahkan diri dan fokus untuk benar-benar mendengarkan apa yang orang lain katakan.

Hal itu mengingatkan saya pada momen-momen ketika saya secara spontan berhasil melakukannya. Tidak mudah, mengingat saya cukup usil, tetapi beberapa kali itu terjadi, biasanya terkait dengan topik yang tidak saya kuasai dan hal-hal yang memang perlu saya lakukan. Saya kemudian bertindak berdasarkan apa yang saya dengar, tanpa banyak bertanya, dan mewujudkan.

Jika saya lihat kembali, perilaku seperti ini bahkan sudah terjadi sejak masa pendaftaran kuliah. Tidak seperti beberapa teman saya yang sudah tahu arah hidup mereka, saya justru bertanya kepada HM, salah satu sahabat terbaik saya saat itu, tentang apa yang ingin ia pelajari. Jawabannya adalah IT, maka saya pun ikut saja. Maksud saya, dia jauh lebih pintar dari saya, jadi seharusnya itu bukan keputusan yang salah, bukan? Dan ternyata hasilnya baik untuk saya!

Lalu ada Eday dengan ceritanya tentang koin emas. Saya tidak tahu banyak atau tertarik dengan investasi, jadi ketika seorang teman sesama seniman sudah melakukan risetnya dan membagikannya kepada kami, rasanya tidak perlu berpikir panjang untuk mendengarkan dan mengikuti sarannya. Pengetahuan ini dibagikan bertahun-tahun silam, dan bisa dibilang saya sudah menuai manfaatnya sekarang.

Suatu kali, saat makan siang, seorang kenalan berbicara tentang SRS dan T-bills. Percakapan itu terjadi ketika saya mengatakan bahwa setelah makan siang saya akan menjual koin emas fisik. Kalau dipikir-pikir, mungkin itu bukan hal yang sering didengar setiap hari, sehingga ia pun mulai menceritakan bagaimana ia berinvestasi. Karena saya tidak begitu paham, saya mendengarkan dan kemudian langsung melakukannya. Lumayan, bisa mendapatkan potongan pajak sambil tetap memperoleh keuntungan!

Yang terbaru adalah soal kesehatan. Saya mulai merasa gemuk, dan ketika teman saya Alvin sedang melakukan terapi chiropractic, ia mengatakan bahwa punggung saya mulai menunjukkan tanda-tanda terbebani oleh berat badan. Di hari yang sama sebelumnya, rekan kerja saya Boon juga berbagi langkah-langkah yang ia lakukan untuk menurunkan berat badan. Sejak saat itu saya mempraktekkan hal yang sama, dan sejauh ini hasilnya cukup menjanjikan!

Idola saya, Ahok, mantan gubernur Jakarta, pernah berkata bahwa ia tidak perlu pintar dalam segala hal. Ia hanya perlu mendengarkan perdebatan orang-orang paling pintar di bidangnya. Dari situ, ia bisa mengambil keputusan yang cukup baik. Ia juga mengatakannya dengan cukup blak-blakan: “Yang pintar mengajar, yang bodoh mendengarkan.”

Tentu saja ia benar. Kita terus berusaha memberikan upaya yang terbaik dalam hidup, namun juga penting bagi kita untuk menyadari keterbatasan kita dan mau mendengarkan hal-hal yang bukan keahlian kita. Ide tidak harus selalu orisinal. Yang penting, ide tersebut bisa bekerja untuk keuntungan kita dan membuat hidup kita lebih baik. Dan dalam kasus saya, tampaknya saya memang mendengarkan ketika nasihat yang tepat diberikan oleh orang yang tepat di waktu dan tempat yang tepat.