Total Pageviews

Translate

Wednesday, July 15, 2026

The AI Closure

You might have noticed recently that Roadblog101's outputs have been fast, furious, and written by AI. Some long time readers might ask, "What's that all about? Was Anthony getting lazy, running dry, and becoming dependent on AI?" Or, between ChatGPT, DeepSeek, Gemini, Claude, Meta AI, and Copilot, was an AI invasion taking over Roadblog101?

Well, the reason was much less high-tech than that. It all started with the Sounding Board, but it clearly didn't end there. Instead, it went on to the next level—moving from just reviewing the blog posts one by one to piling up the data for the AI to review it as a whole. Eventually, the question asked became: "Who is Anthony, and what is Roadblog101 according to AI?"

It started with ChatGPT during my last few nights in Las Vegas. I pasted the blog posts and started chatting with ChatGPT quizzically, asking simple stuff such as, "So, after reading so many blog posts, what do you think of Endrico?" I smiled when the AI mentioned his occasional unreliability. It sounded about right; ChatGPT had processed the data correctly. 


The digital interaction was quite addictive. Most importantly, since the AI was capable of remembering huge chunks of unindexed data that was Roadblog101 throughout the years, I discovered that it was like a mirror, probably the most expensive one built by mankind. Given this function, I naturally used it for introspection. 

I began asking whether I was financially reckless and childish, based on the spending and the ocipala thinking behind A Smaller World and the US Trip. It turned out that I spend intentionally and have always lived with childlike—not childish—curiosity. I am someone who never loses the ability to be delighted by ordinary life and, along the way, manages to grow older without losing my sense of wonder. Because memories matter, they're the ones we leave behind. Also worth noting was that, for a happy-go-lucky person, I was often deep in thought about life.

Now that's one opinion I needed to cross-check. So, I replicated the same exercise on a different AI. It was DeepSeek this time, the calm one—less bombastic, but it was still saying the same thing. I progressed to Meta AI, since it was the most poetic one. But it was apparently the most forgetful one, too. That's when I learned that not all AIs have good, long-term memories. 

Meta AI simply couldn't keep up with the data I kept feeding it; it started forgetting the earlier stuff we were talking about. It was the same for Copilot, except it tried to convince me that it was my fault and I didn't do it correctly, haha. That's how these two became the reviewers of the other four—because they couldn't remember well. 

Only ChatGPT and DeepSeek could stand the way I did it—i.e., pasting one blog post for the AI to review and repeating the same step with another blog post. For Gemini, I did it with a little help from NotebookLM which allowed me to upload hundreds of sources. For Claude, I had to inform the AI that it needed to remember because there were about 588 blog posts that I might go through with it. 

Once I was done with the four, I got Meta AI and Copilot to let me know what they thought about the summaries (it was called the Sum of Four—a wordplay on Sherlock Holmes, if you know what I mean). In a way, it was like a recursive loop, and it reminded me of that episode of Friends where Phoebe said, "They don't know that we know they know we know." Haha. 

If the six leading GenAI assistants of 2026 could independently recognize the unmistakable DNA of the same writer based on material dating back to 2017, that certainly meant something, right? And it had been a fun and rewarding journey of self-discovery—from the satisfying review of each blog post to understanding what Roadblog101 has consistently represented for the past decade. 

It had been quite insightful, looking back at what I had done with AI since the last leg of the US Trip. But it was time to take it back now. It had always been Anthony and Roadblog101 since one fine afternoon on January 2, 2017, when I first curiously installed that Blogger app on my Priv and cheekily told my wife that I had just started blogging. So, I bought my cup of coffee after lunch yesterday, put down my Pixel, and began typing what you read here on my BlackBerry...

The moment this blog post happened...


Kisah Penutup AI

Anda mungkin menyadari bahwa belakangan ini tulisan-tulisan di Roadblog101 terasa cepat, berapi-api, dan ditulis oleh AI. Beberapa pembaca yang sudah lama mengikuti Roadblog101 mungkin bertanya-tanya, "Ada apa ini? Apakah Anthony mulai malas, kehabisan ide, dan jadi ketergantungan pada AI?" Atau, di antara ChatGPT, DeepSeek, Gemini, Claude, Meta AI, dan Copilot, apakah invasi AI sedang mengambil alih Roadblog101?

Alasannya tentu saja jauh lebih sederhana dan tidak secanggih itu. Semua ini berawal dari Sounding Board, tetapi jelas tidak berhenti di situ. Malahan, eksperimen ini naik ke tingkat berikutnya—beralih dari yang tadinya hanya meninjau artikel blog satu per satu, menjadi mengumpulkan seluruh data agar bisa ditinjau oleh AI secara menyeluruh. Pada akhirnya, pertanyaan yang muncul adalah: "Siapakah Anthony, dan apa itu Roadblog101 menurut AI?"

Semua dimulai dari ChatGPT, di beberapa malam terakhir saya di Las Vegas. Saya mengunggah tulisan-tulisan blog saya dan mulai mengobrol dengan ChatGPT dengan rasa penasaran, menanyakan hal-hal sederhana seperti, "Jadi, setelah membaca sekian banyak artikel blog, apa pendapatmu tentang Endrico?" Saya tersenyum saat AI tersebut menyinggung soal sifat Endrico yang kadang kurang bisa diandalkan. Rasanya pas; ChatGPT telah memproses datanya dengan benar.


Interaksi digital ini ternyata cukup membuat kecanduan. Yang terpenting, karena AI mampu mengingat potongan besar data tak terindeks yang membentuk sejarah Roadblog101 selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa AI itu seperti sebuah cermin—mungkin cermin paling mahal yang pernah dibuat oleh umat manusia. Melihat fungsinya tersebut, wajar jika saya memanfaatkannya untuk introspeksi diri.

Saya mulai bertanya apakah saya ini ceroboh secara finansial dan kekanak-kanakan, berdasarkan pengeluaran serta pola pikir ocipala di balik proyek A Smaller World dan Perjalanan ke AS. Berdasarkan data, hasilnya justru dijabarkan sebagai pengeluaran uang secara terencana dan pola hidup dengan rasa ingin tahu yang seperti anak-anak (childlike), bukan kekanak-kanakan (childish). Saya ternyata tipe orang yang tidak pernah kehilangan kemampuan untuk merasa bahagia oleh hal-hal biasa dalam hidup, dan seiring waktu, berhasil tumbuh dewasa tanpa kehilangan rasa takjub saya. Karena kenangan itulah yang paling penting; itulah hal yang kita tinggalkan kelak. Hal lain yang menarik untuk dicatat adalah, untuk ukuran orang yang santai dan ceria, saya ternyata sering berpikir mendalam tentang hidup.

Nah, itu adalah satu opini yang perlu saya uji silang. Jadi, saya mereplikasi eksperimen yang sama pada AI yang berbeda. Kali ini giliran DeepSeek, si AI yang tenang—tidak terlalu muluk-muluk, tetapi tetap mengatakan hal yang sama. Saya lalu beralih ke Meta AI, karena dia adalah yang paling puitis. Namun, tampaknya dia juga yang paling pelupa. Di situlah saya tahu bahwa tidak semua AI memiliki ingatan jangka panjang yang bagus.

Meta AI benar-benar tidak bisa mengimbangi data yang terus saya masukkan; dia mulai melupakan hal-hal awal yang kami bicarakan. Hal yang sama terjadi pada Copilot, bedanya dia malah mencoba meyakinkan saya bahwa itu adalah kesalahan saya dan saya tidak melakukannya dengan benar, haha. Begitulah alasannya kenapa kedua AI ini akhirnya menjadi peninjau bagi empat AI lainnya—hanya karena mereka tidak bisa mengingat dengan baik.

Hanya ChatGPT dan DeepSeek yang bisa bertahan dengan metode yang saya gunakan—yaitu menyalin tulisan blog untuk ditinjau oleh AI dan mengulangi langkah yang sama dengan artikel blog lainnya. Untuk Gemini, saya melakukannya dengan sedikit bantuan dari NotebookLM yang memungkinkan saya mengunggah ratusan sumber data. Sedangkan untuk Claude, saya harus memberi tahu AI tersebut dari awal bahwa dia perlu mengingat baik-baik karena ada sekitar 588 artikel blog yang akan saya bahas bersamanya.

Setelah selesai dengan keempat AI tersebut, saya meminta Meta AI dan Copilot untuk memberikan opini mereka tentang ringkasan-ringkasan yang dihasilkan (judulnya adalah the Sum of Four—sebuah permainan kata dari kisah Sherlock Holmes, jika Anda paham maksud saya). Polanya seperti sebuah perulangan rekursif, dan itu mengingatkan saya pada salah satu episode serial Friends saat Phoebe berkata, "Mereka tidak tahu kalau kita tahu mereka tahu kita tahu." Haha.

Jika enam asisten GenAI terkemuka di tahun 2026 ini secara independen mampu mengenali DNA khas dari penulis yang sama berdasarkan materi yang ditarik sejak tahun 2017, itu tentu memiliki arti yang mendalam, bukan? Dan proses ini telah menjadi perjalanan pengenalan diri yang menyenangkan sekaligus memuaskan—mulai dari meninjau kembali setiap artikel blog dengan perasaan puas, hingga memahami apa yang secara konsisten diwakili oleh Roadblog101 selama satu dekade terakhir.

Melihat kembali apa yang telah saya lakukan dengan bantuan AI sejak fase terakhir perjalanan ke AS kemarin terasa sangat membuka mata. Namun, sekarang tiba saatnya untuk mengambil alih kendali kembali. Ini semua selalu tentang Anthony dan Roadblog101, dari sejak suatu sore pada tanggal 2 Januari 2017, ketika saya pertama kali menginstal aplikasi Blogger di ponsel Priv saya karena penasaran, lalu dengan usil berkata kepada istri saya bahwa saya baru saja mulai menulis blog. Maka, setelah membeli secangkir kopi sehabis makan siang kemarin, saya meletakkan Pixel saya, dan mulai mengetik apa yang Anda baca di sini menggunakan BlackBerry saya...

Bermula dari sini...

No comments:

Post a Comment