Total Pageviews

Translate

Monday, April 9, 2018

The True Memories

Perkenalkan, nama saya Hendra. Saat ini saya hidup di daerah Jawa Barat bersama keluarga kecil saya, tepatnya di kota Karawang. Beberapa tahun ini saya lebih familiar dipanggil oppa karena saya menyukai film-film drama Korea. Saya bukan seorang penulis blog, bahkan jujur saja, ini pertama kali saya menulis di blog. Ini pun karena desakan dari banyak teman. Hahaha, kidding. Ok, cukup perkenalan saya. Mari, masuk ke cerita. 

Hari ini saya termotivasi untuk meluangkan sedikit waktu saya untuk berbagi kisah pendek di sini. Kepulangan saya ke kota Pontianak, kampung halaman saya, di awal tahun 2018 ini bisa dikatakan tidaklah sia-sia. Rasanya lebih baik dari situasi sebelumnya. Mungkin karena kali ini berpapasan dengan momen hari raya Imlek atau Chinese New Year. Tidak mudah bagi saya untuk mencapai kota tujuan. Karena saya dan keluarga mengejar pesawat pagi, otomatis kami harus berangkat kebandara tengah malam. Singkatnya semua perjuangan saya untuk pulang terbayarkan di saat saya dan keluarga bisa merayakan Imlek bersama sanak keluarga di sana (biasanya kami pulang tidak bertepatan dengan hari raya Imlek). Tapi kebahagiaan saya kali ini bukan hanya momen dengan keluarga, namun juga momen bersama teman.

Bersama Ahau, Meliana dan Budi Hendra.

Ya, TEMAN! Tepatnya teman lama.. Teman sekolah. Teman-teman yg luar biasa. Di sini saya ingin sekali menuliskan semua momen yg saya ingat. Ini bisa menghabiskan banyak kata dan banyak cerita. Waktu pun berlalu dan liburan terasa sangat singkat. Belajar dari yang sebelumnya, kali ini saya tidak sepolos sebelumnya. Daftar kuliner dan beberapa pertemuan kecil telah saya rancang. Tentunya saya tidak merancangnya sendiri. Saya dibantu oleh hopeng bernama Harry alias Ahau.

Kebetulan hanya hanya dia yang bisa bantu? Hahaha, bukan. Hanya dia yang bisa saya persulit hahaha. Bersama Ahau, saya ikut jalan-jalan singkat, sincia ke beberapa tempat dan kami akhirnya bisa membuat reuni kecil. Saya berhasil bertemu dengan Budi Hendra dan istrinya, Meliana. Kami sempat makan-makan dan berbagi cerita. Saya kemudian berhasil berkumpul dengan tiga teman paling siap bila diajak kumpul, yaitu Parno, Gek Hui dan Novi di sebuah kafe.

Ngafe bersama teman-teman.

Saya dan Ahau berhasil juga berhasil membuat pertemuan yang mengesankan di rumah Tuty. Di situ hadir Fedian, Lidia, Lenda, Tjhui Sang, Novi, Gunawan, Parno, Wiwi dan tentunya Ahau. Kami bersantap sate dan berkaraoke-ria, berfoto dan saling merekam saat-saat lucu dan berlomba foto candid. Apakah kalian tahu, momen seperti itu, meski sesaat, tapi sungguh berkesan. Semua itu takkan terulang, meski kita mencoba mengulanginya, semua itu takkan sama.  

Jadi berlalu begitu saja? Iya. Hilang? Iya, tapi... semua tersimpan dalam hati, menjelma menjadi memori yang sangat nyata dan indah, dimana sewaktu-waktu akan terkenang, sewaktu-waktu akan sangat dirindukan. Sebuah memori yang nyata. Ingatlah, meski hanya sebuah kenangan sederhana, anda bisa merasakan kebahagiaan hidup yang indah. Jadi mengapa kita tidak mencoba untuk membuat lebih banyak lagi? Tidak harus dengan banyak orang, namun tidak juga hanya berdua, hahaha. Di saat kita tua nanti, hanya saat-saat seperti ini yang akan bisa dikenang. Tapi apakah anda mempunyai memori indah untuk dikenang? Memori seperti seperti apa yg anda ingat? Hei, wujudkanlah selagi anda masih punya banyak waktu dan masih punya teman. Anda tidak akan pernah tahu kapan mereka akan meninggalkan anda dan kapan kamu yang akan meninggalkan mereka. Renungkanlah...

Di depan rumah Tuty.

No comments:

Post a Comment