Total Pageviews

Translate

Wednesday, June 14, 2017

The Musicals

You may wonder why people would pay for a rather expensive ticket for musicals, especially when it is compared with a movie ticket, your 10 dollars entry to the latest Hollywood flick. I didn't understand that, too, at first. Musicals are definitely not part of our culture. In Pontianak, we only care about what to eat. We don't give a damn about musicals because such a show is simply unheard of.

Evita, another great show!

After I migrated to Singapore, I started embracing the art scenes, ranging from classical music, concerts, musicals to stand-up comedies (frankly speaking, it has a lot to do with earning SGD, which makes things affordable, haha). I can't recall what triggered my interest in musicals, but the first show I watched was We Will Rock You. As you can probably tell from the name, it features Queen's songs, which might explain why I ended up watching it.

I remember being amazed by how the futuristic storyline was crafted based on various elements from Queen. Killer Queen, Galileo, Scaramouche, the Red Special, those were definitely something that a fan could delightfully relate with. Then of course there were hits that I know and love. Overall, it was a brilliant experience.

After watching the Sound of Music.

That's when I fell in love with musicals. With the exception of Wicked, I tend to love every show that I watched. Chicago was... all that jazz and funny in a naughty way. Lion King was mind blowing, because it was unthinkable to have animals acted by human. Very impressive. The Sound of Music would always be compared with the version by Julie Andrews, so when my wife and I got a chance to attend the performance, it was critically panned by my wife, haha. Annie was brimming with optimism, thanks to the signature song, Tomorrow. Mamma Mia! was cheerful, definitely wouldn't go wrong with ABBA's songs.

After watching Annie.

Then of course there was the Phantom of the Opera. When I first watched it, I thought it was the best thing ever. Never before there was a musical with an opening scene as elegant as Phantom. It was a stroke of genius to have the broken chandelier lifted up, hung on the ceiling and lighted up to indicate that we were back in time when the story took place. The scene where the unfortunate and mysterious Phantom appeared for the first time was very much amplified by his powerful theme song (the use of electric guitar was quite unusual for musicals), granting him this undeniable grand entrance. As if that alone wasn't good enough, it actually segued between Angel of Music and the Music of the Night. This particular show was so great that I watched it twice, the second time was on its home ground, Her Majesty's Theatre in London.

Taking wefie at Her Majesty's Theatre, while waiting for the Phantom to begin.

Still on the same trip, I attended Les Misérables later on, when my wife and I returned to London after our visit to Liverpool. We visited West End again at the very last minute, just trying our luck, and we happened to get good seats for a very reasonable price, ie. much cheaper than the usual price in Singapore, haha. It was an afterthought, so the expectation was low and I was immediately blown away by what I saw and heard. The story was really good. It was funny, touching and patriotic, with every song aptly conveying the emotion. The show is on top of my list since then, taking over the spot from the Phantom of the Opera. If you only have once chance to watch a musical, the one with Prisoner 24601 is absolutely the one you should go for.

West Side Story was the one I watched recently. It was different, emphasizing more on dancing with a tinge of ballet influence. While it's no Phantom or Les Mis, it was good and very American (and Puerto Rican). Safe to say that the story was like the modernized version of Romeo and Juliet. The dancing was good, especially the scene where the Jets and Sharks show off the stark difference of their dancing styles. Definitely worth watching!

Next on my wishlist? I don't know, now that we'd watched Evita, the next one may be Cats. By the way, back to the very first question above, you'll have to remember that these actors are singing and acting live. There's no room for mistakes. To listen to them performing vocals with such clarity, they must have practiced hard. The price we're paying surely worth the experience. It's magical.

The cheerful faces after Mamma Mia!


Drama Musikal

Kadang mungkin ada yang heran, kenapa ada orang yang mau membayar mahal untuk menonton drama musikal. Rasanya aneh, terutama bila dibandingkan dengan tiket bioskop, dimana Rp. 50.000 sudah cukup untuk menonton film Hollywood terbaru. Saya juga tidak mengerti awalnya, apalagi karena drama musikal memang bukan bagian dari budaya kita, terutama orang Pontianak. Di kota kelahiran saya ini, orang cenderung hanya peduli dengan apa yang mau dimakan malam ini karena melimpahnya pilihan yang ada. Tidak ada yang berpikir tentang drama musikal karena memang tidak pernah terdengar.  

Setelah saya pindah ke Singapura, saya mulai merambah ke dunia seni, mulai dari pertunjukan musik klasik, konser, drama musikal sampai aksi panggung komedian (jujur saja, ini juga karena gaji dalam dolar membuat banyak hal menjadi terjangkau, haha). Saya tidak ingat apa yang menjadi pemicu saya untuk menonton drama musikal, tapi pertunjukan pertama yang saya tonton adalah We Will Rock You. Seperti yang sudah bisa anda duga dari namanya, drama musikal ini menampilkan lagu-lagu Queen dan ini mungkin alasannya kenapa saya jadi tertarik.

Saya ingat bagaimana saya terpukau oleh cerita yang dibuat berdasarkan lagu-lagu Queen. Tokoh-tokoh seperti Killer Queen, Galileo, Scaramouche dan the Red Special tentunya mempunyai arti sendiri bagi para penggemar Queen. Selain itu, lagu-lagu Queen yang dinyanyikan adalah kumpulan hits yang dikenal dan disukai. Secara keseluruhan, itu adalah pengalaman yang luar biasa.

The Lion King, Singapura, 2011.

Berawal dari situlah saya menyukai drama musikal. Kecuali Wicked, saya suka semua pertunjukan yang saya tonton. Chicago nge-jazz dan agak nakal. Lion King sangat menakjubkan karena para aktornya memainkan peran layaknya satwa, persis seperti di film kartunnya. The Sound of Music akan selalu dibandingkan dengan film versi Julie Andrews, jadi ketika saya dan istri menyaksikannya, drama musikal yang satu ini dikritik habis-habisan oleh istri saya, haha. Annie memiliki kesan yang optimis karena lagu utamanya, TomorrowMamma Mia! tentu saja heboh karena lagu-lagu ABBA tidak pernah mengecewakan.

Dan tentu saja kita perlu membicarakan the Phantom of the Opera. Ketika saya pertama menonton drama musikal ini, saya langsung berpikir bahwa ini adalah yang terbaik. Belum pernah saya saksikan musikal dengan adegan pembuka yang elegan seperti Phantom. Lampu gantung lilin yang berada di lantai tiba-tiba terangkat naik ke langit-langit dan menyala lagi, membawa kita kembali ke masa lalu dimana cerita ini bermula. Adegan munculnya Phantom juga terasa gegap-gempita karena lagunya yang menggunakan gitar listrik (lagu rock boleh dikatakan jarang dipakai di drama musikal). Seakan itu belum cukup bagus, adegan ini langsung berlanjut dengan lagu the Music of the Night. Musikal yang satu ini benar-benar luar biasa sampai saya tonton dua kali, dimana kali kedua saya saksikan di tempat asalnya, Her Majesty's Theatre di London.


Di depan Queen's Theatre, London.

Masih dalam perjalanan yang sama ke Eropa, kita kembali ke West End begitu sampai di London (kita berangkat dari Liverpool di pagi hari). Iseng-iseng mencoba peruntungan, ternyata malah mendapatkan tiket murah (lebih murah dari harga di Singapura!) dan tempat duduk yang bagus untuk Les Misérables. Karena pada mulanya cuma iseng, saya tidak banyak berharap, namun pada akhirnya justru terpana oleh pertunjukan ini. Ceritanya sungguh lucu, menyentuh, patriotik dan diimbangi dengan setiap lagu yang menggugah. Sejak itu Les Mis berada di puncak daftar musikal saya, menggeser posisi yang sebelumnya dipegang oleh Phantom. Jika anda hanya berkesempatan untuk menyaksikan satu musikal, Les Mis wajib anda tonton.

West Side Story adalah musikal terakhir yang saya tonton baru-baru ini. Yang satu ini sedikit berbeda, lebih menampilkan tarian yang sedikit banyak bergaya balet. Walau tidak setara dengan Phantom atau Les Mis, ceritanya juga bagus dan sangat Amerika (dan juga Puerto Rico). Boleh dikatakan kalau alurnya seperti versi modern dari Romeo dan Juliet. Tariannya patut dipuji, terutama adegan dimana Jets dan Sharks beradu kemahiran dan menampilkan tarian dari budaya yang berbeda (kulit putih vs. Latin). Layak ditonton!

Yang berikutnya di daftar saya? Setelah kita menyaksikan Evita baru-baru ini, selanjutnya mungkin Cats. Oh ya, kembali ke pertanyaan di paragraf pertama, perlu diingat lagi bahwa para aktor dan aktris ini bernyanyi dan berakting secara langsung di panggung. Tidak ada ruang bagi kesalahan. Supaya kita bisa mendengar lagu yang dilantunkan dengan suara yang begitu jernih, mereka pasti sudah berlatih keras. Harga yang kita bayar adalah sepadan dengan pengalaman yang kita dapatkan: benar-benar mengagumkan.

West Side Story, 2017. 

1 comment: