Total Pageviews

Translate

Monday, April 3, 2017

The Artworks

Some of you might have noticed that the photo section of the three days old Facebook Page of Roadblog101 has only two pictures so far: one is the profile picture and the other is the cover photo. For your information, it's been years since I ever produced any artwork, so where do they come from? Well, the credit should go to the two gentlemen, the school friends of mine, Eday Ng and Parno Bong.

Only God knows exactly how long we've known each other. Our adventures go way, way back: we had a memorable but rather torturous seafaring trip, we got lost on a beautiful but ghostly island and many more, but hey, let's save those stories for another occasion. For now, we'll simply talk about Eday and Parno as artists.

As the men of art, the two can't be more diverse. They are like the exact opposite, with each on the extreme end of the spectrum. Eday is established and well respected, a man with plenty achievements, excels in many, if not all, art forms he ever puts his hands on. Some of you may know him as a Gundam expert (and he's in Dubai for the event as I'm writing this), but the truth is, he's the man of many talents and he uses them well. Parno, on the other hand, is an ever aspiring comic artist since he and I started together back in 1995. After all these years, he never gives up. An easygoing man who laughs at any rejection thrown at him, he's admirable for his fighting spirit. As different as they can be, as worlds apart as they are, they're still friendly towards each other in whatever little time they have together. That is just nice.

Seriously, in this ever-changing world, believe me when I say our friendship is just beautiful. When I said I needed help for the artworks, I got them from the two just like that. I know how busy Eday could be, so I hesitated to ask, but he heard of it and came up with something, literally as fast as finger snapping. It was no sweat for him, but the result was still brilliant as you can see for yourself. That was how the profile picture came about.

I did ask for Parno's help and this being a last minute request, he basically got only one day to finish it. If I may guess, he could have drawn the inspiration from the name of the blog itself (you see, it's a word play and should have been road block instead), therefore he asked if I could send him a picture from my Yogyakarta trip that he saw some time back. With that as a base, he developed his masterpiece, sent us the draft and got us speechless (by the way, us means his ex-shoolmates, the sounding board). I eventually thought I could use something that was not too serious or something we all could laugh about, so I said okay. 

And laugh we did. Eday pointed out that if we looked closely at the guy in light purple shirt, it looks as though his eyes have turned white and he might have been dead. That was just hilarious and at the same time, very much Parno's style, complete with his honest mistake.

Anyway, this article is written to celebrate the two talents we talk about here. You guys are great in your own way and I'm thankful for the assistance rendered. Cheers!

PS: if you ever wonder what happened in 1995, that was when I started doing comics. My drawing speed couldn't keep up with the flowing ideas as I wasn't any good in drawing. I quit and Parno, who was into drawing comics after seeing what I did, carries on since then.

Profile Picture by Eday Ng

Karya Seni

Barangkali ada di antara pembaca yang sudah melihat bahwa halaman Facebook Roadblog101 yang baru berumur tiga hari ini hanya memiliki dua gambar di bagian foto-foto. Satu foto dipakai sebagai gambar profil, sedangkan yang lain ditampilkan sebagai gambar latar belakang. Mengingat Penulis sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah berkarya seni, lantas semua ini dari mana? Untuk mengetahui asal-usulnya, mari kita bahas dua nama ini, Eday Ng dan Parno Bong.

Sedikit tentang Penulis dan dua orang yang baru disebut ini, kita adalah teman sejak sekolah yang mengalami berbagai petualangan bersama. Ada kisah menembus ombak mengarungi lautan, ada pula kisah terdampar di pulau berhantu dan masih banyak lagi, tapi mungkin kita simpan dulu cerita-cerita ini untuk lain waktu. Pada kesempatan ini, mari kita mengenal Eday dan Parno sebagai seniman.

Sebagai pelaku seni, dua orang ini memiliki ciri khas yang sungguh berbeda dan bahkan bertolak belakang seperti dua kutub yang berlawanan arah. Eday sudah tersohor dan dihormati di bidang yang ia tekuni. Prestasinya tidak diragukan lagi. Apa saja yang ia kerjakan, hasilnya menakjubkan. Beberapa di antara kalian mungkin mengenalnya sebagai pakar Gundam rakitan (dan, di kala artikel ini ditulis, dia sedang berada di Dubai dalam rangka acara Gundam). Di sisi lain, ada Parno yang sudah menggeluti dunia komik sejak tahun 1995 hingga hari ini. Parno dikenal sebagai seorang yang berwatak riang, tidak takut akan penolakan dan dikagumi karena kegigihannya dalam menggambar komik. Dua orang ini bukan saja berbeda karakter, tetapi juga terpisah sejauh ribuan kilometer, namun uniknya mereka tetap bersahabat dan bertegur sapa secara langsung ketika kesempatan mengiijinkan. Dunia pun menjadi lebih baik karenanya.

Kalimat  di atas tidak sepenuhnya kiasan. Ketika kita masih bisa bercanda selayaknya teman lama, maka percayalah kalau persahabatan tersebut indah adanya. Ketika Penulis membutuhkan beberapa karya untuk dijadikan ilustrasi, mereka berdua membantu dengan cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Penulis awalnya sungkan untuk meminta bantuan dari Eday mengingat betapa sibuk aktivitasnya, tetapi Eday dengan senang hati membantu. Satu hal yang perlu diceritakan di sini adalah kemampuannya dalam berkarya. Ia tidak butuh waktu banyak dalam memvisualisasikan idenya dan hasilnya, seperti yang bisa pembaca lihat sendiri, layak diacungi jempol. 

Untuk karya Parno, ceritanya sedikit berbeda. Parno yang dihubungi dan diminta kesediaannya untuk berkarya, sesuatu yang tentunya dengan senang hati disanggupi olehnya. Parno meminta foto mobil di gunung Merapi, kemungkinan besar karena ia diilhami oleh kata road blog, yang sebenarnya merupakan plesetan dari kata road block. Berdasarkan foto tersebut, ia menciptakan karyanya secepat mungkin mengingat terbatasnya waktu. Ketika ia mengirimkan karyanya lewat group chat, semua boleh dikatakan terperangah. Penulis lantas berpikir bahwa karya ini mungkin bisa dipakai untuk menciptakan suasana yang santai, apalagi setelah Eday dengan jeli menunjukkan bahwa pria berbaju ungu di gambar ini sudah memutih matanya dan disinyalir mati, maka jadilah gambar yang lucu ini sebagai latar.

Pada akhirnya, Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada dua orang yang telah berpartisipasi ini. Artikel ini ditulis untuk menghormati seni, karena di dalam seni kita menemukan dua talenta yang berbeda dan menginspirasi dengan masing-masing karyanya.

PS: jikalau ada yang ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di tahun 1995, itu adalah tahun dimana Penulis mulai mengarang komik. Akan tetapi kemampuan menggambar dan ide yang mengalir tidaklah sebanding. Penulis berhenti, tetapi Parno tetap melanjutkan karyanya...

Foto sesungguhnya dan karya Parno Bong

   

1 comment:

  1. Great... Good job... 👍👍👍
    Lanjutkan dan teruslah berkarya.

    ReplyDelete