Total Pageviews

Translate

Monday, January 9, 2017

Friendship In Our Thirties: Chapter 4 - The Relationship

You and I saw the blossoming relationships that happened to many of us during the school days. Little did we know that some were meant to last and some simply didn't, even though we thought they could stand the test of time. However things happen for good reasons, so if we didn't understand it then, perhaps we understand it now.

Fast forward to today, blessed are those who make it this far. It's almost been 20 years since we graduated from high school, so give a pat on your partner's shoulder and tell him or her, "you've done a good job."

I'm not going to talk about those who don't end up with their high school sweet heart because it's plain silly to do so. Instead, this chapter is dedicated to those who haven't gone thru the marriage life or are done with it. This is heavy, and I'm not exactly sure if I'm the correct person to bring this up because most of the time, I'm none the wiser, but sometimes we need a friend to tell us what's going on, right? Well, I've seen many relationships (or the lack of it) among our friends and given it a thought or two when I wrote this, so hopefully it'll help.

Back then, when we were younger, we might have naively thought that we were going to finish the school, get a good job, marry our love one and live happily ever after. Oh boy, if only life is ever that simple, because the fact is, marriage is something that you got to work on, not to be taken for granted. I mean, of course marriage life is great, ie. you got a friend to grow old with and bringing up kids is a very rewarding experience, but alas, every problem that comes with it, money included, is also as real as it gets.

One comment that came as a knock on the head was from my best man. He said, "just because our grandparents got married and our parents got married, does it mean we also have to?" What he meant is, there's no such law that you have to get married. You have a choice not to do so if you don't fancy the idea of attached to somebody else till death do you part. And, coming separately from a friend of us, I was told that a man needs only sex. The point of view, while rather extreme, is understandable given that he went through a hell of a marriage.

Having said that, for those who are still single, you need to understand what you really want. Many can paint you beautiful pictures of a marriage, but now that we're in our thirties where some did make mistakes in their lives, we may want to reflect by also having a look at the grim side of a marriage life gone awry to understand that marriage is not always a bed of roses. Don't ever give in to peer pressure or the ticking of biological clock by marrying somebody that you may end up regretting. At the same time, you have to remember that a marriage life means sharing your life with somebody else. This somebody else, just like yourself, is also not perfect, hence adjustment must be made and certain level of tolerance must be in place. A realistic expectation must be set. The potential risks that come with it also has to be acknowledged so that one can make an informed decision. Hence ask yourself again, is this what you want? If yes, go searching for it and don't give up trying. If no, you have a choice not to and you can live your lives as you wish. If there are people, including myself, telling you to lower your expectation in order to get married especially now that age is catching up, tell them to fuck off. It's your life and you get to decide.

Then there is another group of friends who had a marriage that didn't last. The situation can get more tricky when there are kids involved. Now, I'm not going to pretend that I know what they've gone through because the fact is I don't, but as a friend, I'll have to say that hope is always there. I mean, while it's true that one gets to decide that enough is enough, I tend to think that it may not always be right to harden your heart and mind by telling yourself then you don't need a partner in your life anymore. If you ever do that, especially by citing the reason that you'd like to focus on your children, I'm not sure if it sounds fair at all, especially to yourself.

I said it before that we're only human. It's not selfish if you want to be loved again. Even when you are a single mother (or a single father, if there's any), I guess it's only normal if you are longing for such feeling. Of course there are considerations to be done if you have kids, but who's to say that the potential partner won't turn out to be a great step parent? The fact is we don't know that, but if it feels like acceptable, then it's risk worth taking. If you are only waiting for the right time, I guess it's safe to say there isn't a right time until you decide to seize the moment. I don't expect you to believe me right away, but give it a thought, really.

One last thing, and this is an interesting note, our hometown, unfortunately, can be a difficult place to live for those who fall into such categories above. You know how bitchy the petty minded people can be, but don't live based on other people's judgement. You are not here to please them and you don't owe your living to anybody else. Do what you deem fit with a clear conscience, but also remember that time doesn't wait.

Now, it's no secret that I love the Beatles. For this chapter, I'd like to end it with something that I listen to and always believe in, especially the last line:

Find love in any situation
Find love, whatever you do
Find love, a cause for celebration

Find love, a time for meditation
Find love, a source for inspiration
Find love, instead of confrontation
And love will come looking for you

Here's to a new beginning: celebrating it with a woman I love and those friendly faces that I've known for years...


Persahabatan Di Usia 30an: Hubungan Kasih

Anda dan saya telah melihat hubungan dua insan yang terjadi pada teman-teman saat sekolah. Kita mungkin tidak akan pernah menduga bahwa ada yang langgeng, tapi ada pula yang tidak, meskipun mereka tampak serasi satu sama lain pada saat SMU. Meskipun begitu, yang terjadi dalam kehidupan ini adalah yang terbaik. Jadi kalau kita tidak mengerti pada saat itu, mungkin kita akan mengerti sekarang, kenapa jalan hidup kita seperti itu.  

Mari fokus pada hari ini. Berbahagialah mereka yang berhasil mempertahankan hubungan mereka sampai sejauh ini. Sudah dua dekade lamanya kita lulus SMU, jadi tepuklah bahu pasangan anda dan katakan padanya, "you've done a good job."

Saya tidak akan menyinggung mereka yang bubar setelah SMU karena kita jelas tidak ingin berdiskusi tentang kenangan pahit masa lalu. Sebaliknya, bagian ini diperuntukkan untuk mereka yang belum menikah atau justru kandas rumah tangganya. Ini topik yang berat dan saya kadang merasa bahwa mungkin saya bukan orang yang tepat terlebih karena saya tidak lebih bijaksana dari teman-teman lain, tapi terkadang seseorang harus memulai, bukan? Saya sudah melihat banyak hubungan kasih (atau tiadanya hubungan kasih) di antara teman-teman dan merenungkan apa yang sebenarnya terjadi sebelum saya menulis, jadi saya harap tulisan ini bisa membantu. 

Dulu, ketika kita jauh lebih muda, kita mungkin berpikir secara naif bahwa kita akan lulus sekolah, mendapat pekerjaan yang layak, menikah dan hidup bahagia selamanya. Seandainya saja hidup sungguh sesederhana itu. Kenyataannya rumah tangga adalah sesuatu yang senantiasa perlu dibina, bukan sekali menikah terus beres. Ya, benar bahwa pernikahan itu berarti memiliki teman hidup dan mengasuh anak-anak adalah pengalaman yang luar biasa, tapi berbagai masalah juga bisa timbul, termasuk masalah keuangan, dan semua itu nyata.

Satu komentar dari pendamping pria saat saya menikah adalah, "hanya karena kakek dan ayah kita menikah, itu tidak lantas berarti kita harus menjalani ritual yang sama." Maksudnya adalah, tidak ada hukum tertulis bahwa kita harus menikah. Setiap orang memiliki pilihan untuk tidak menikah jika anda tidak menyukai konsep untuk terikat pada satu orang sampai maut memisahkan anda berdua. Seorang teman dekat saya sejak SMU juga berkata bahwa pria cuma butuh seks. Sudut pandangnya mungkin agak ekstrim, tapi kalimat itu diucapkan pada saat pernikahannya menjelang perceraian. 

Maka dari itu, jika anda masih seorang diri, anda perlu tahu apa yang anda inginkan sebenarnya. Banyak orang bisa memberikan gambaran pernikahan yang indah dan ideal, tapi sekarang, setelah kita sudah berumur 30an dan melihat sisi kelam dari kehidupan berumah tangga, kita mengerti bahwa pernikahan itu tidak selalu bahagia. Jangan pernah menikah hanya karena tekanan di sekeliling kita atau karena masalah umur supaya anda tidak menyesal di kemudian hari. Pada saat yang sama, anda juga harus mengerti bahwa pernikahan itu berarti berbagi hidup anda dengan orang lain. Seperti halnya anda, orang lain ini juga tidak sempurna, jadi penyesuaian dan toleransi musti ada atau anda akan cekcok setiap hari. Resiko ini harus dipahami supaya anda membuat keputusan yang rasional. Setelah itu, tanyakan pada diri anda sendiri, inikah yang anda mau? Jika ya, carilah pasangan hidup anda. Jika tidak, anda tidak harus menikah. Bila orang lain, termasuk saya, berkata bahwa hendaknya anda menurunkan harapan anda mengingat anda tidak lagi muda, anda boleh menjawab, "jangan ikut campur, ya." Ini adalah hidup anda dan anda bebas menentukannya. 

Kemudian ada lagi grup teman-teman yang bubar pernikahannya. Situasi ini bisa menjadi lebih rumit lagi jikalau mereka memiliki anak. Saya bukan pakar dalam hal ini, tapi sebagai teman, saya hanya bisa berkata bahwa harapan selalu ada. Maksud saya, kalau pernikahan anda gagal, jangan putus asa dan memutuskan bahwa anda tidak butuh pendamping lagi dalam hidup anda. Jika anda berbuat demikian, terutama dengan alasan bahwa anda hanya ingin fokus pada anak-anak dulu, saya rasa ini bukan pilihan yang adil bagi diri anda. 

Saya berkata demikian karena kita hanyalah manusia biasa. Perasaan ingin dicintai oleh orang lain bukanlah sesuatu yang egois. Jika anda adalah orang tua tunggal, normal rasanya jika anda memiliki perasaan tersebut. Tentu saja anda memiliki pertimbangan sendiri jika anda memiliki anak-anak dari pernikahan sebelumnya, tapi siapa yang bisa memastikan bahwa calon pasangan anda ini tidak akan menjadi orang tua angkat yang baik bagi anak-anak anda? Kita tidak akan pernah tahu, tapi jika hati anda merasa bahwa ini adalah resiko yang layak diambil, maka terima dan jalani saja. Bila anda hanya menunggu saat yang tepat, saya rasa tidak ada saat yang tepat sampai anda memutuskan untuk melakukan sesuatu. Anda tidak harus percaya dengan apa yang saya ucapkan, tapi coba pikirkan. 

Satu hal terakhir, dan ini menarik untuk dicatat, kampung halaman kita bisa menjadi tempat yang sulit bagi mereka yang termasuk kategori di atas. Anda tahu bagaimana gencarnya gosip orang-orang di kota kecil, tapi janganlah hidup dalam pendapat negatif orang lain. Anda tidak terlahir di dunia ini untuk menyenangkan mereka dan anda tidak berhutang apa pun pada mereka. Lakukan apa yang anda inginkan dengan pikiran yang jernih dan lakukanlah sesegera mungkin, sebab waktu tidak menunggu. 

Oh ya, sudah bukan rahasia lagi bahwa saya adalah penggemar the Beatles. Saya ingin mengakhiri bagian ini dengan sesuatu yang saya dengar dan percaya. Simak baik-baik, terutama baris terakhir: 

Find love in any situation
Find love, whatever you do
Find love, a cause for celebration

Find love, a time for meditation
Find love, a source for inspiration
Find love, instead of confrontation
And love will come looking for you

No comments:

Post a Comment